Home Profil Dan Sejarah Desa Napan
Profil Dan Sejarah Desa Napan
Kamis, 13 Maret 2026 13:53:44
Eko Ardi
  • Sejarah Desa

 

Sejarah terbentuknya Desa Napan tidak terpisahkan dari sejarah terbentuknya Kecamatan Miomaffo Timur dan Kecamatan-Kecamatan lain di Kabupaten Timor Tengah Utara yakni berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur tanggal 22 Pebruari 1962 Nomor: Pem.66/1/2 Tentang Pembentukan 64 buah Kecamatan dalam Propinsi Nusa Tenggara Timur maka Kabupaten Timor Tengah Utara dibagi menjadi 5 Kecamatan, yakni: Kecamatan Kopeta, Kecamatan Miomaffo Timur, Kecamatan Miomaffo Barat, Kecamatan Insana dan Kecamatan Biboki.

Selanjutnya dengan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur tanggal 6 Juli 1967 Nomor: Pem.66/1/32 dari sebagian wilayah Miomaffo dibentuk Kecamatan Miomaffo Barat dan Miomaffo Timur.

Desa Napan dibentuk dengan Keputusan Gubernur KDH. Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Timur Nomor: Und.2/1/27 tanggal 4 November 1967 tentang Pembentukan Desa Gaya Baru di Seluruh Daerah Swatantra Tingkat II Dalam Wilayah Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Timur. Sebelum dan sesudahnya telah terjadi perubahan-perubahan kehidupan sosial dan pemerintahan yang dapat diuraikan berdasarkan fase sejarah yaitu:

  1. Tahun 1911-1945

            Pada awal mula, Raja Timor Manek Liurai melakukan perjalanan mengelilingi Pulau Timor dan pada akhirnya tinggal menetap di sebuah Gunung Batu yang menjulang tinggi yang hingga kini dikenal dengan sebutan Gunung Batu Napan (Fatu Napan, dalam bahasa Dawan). Secara Leksikal Fatu napan berarti sebuah batu di mana seseorang secara leluasa dapat memandang dari berbagai penjuru mata angin. Arti lain adalah: Katnapnef, (dalam bahasa Dawan) yang berarti tidak tertandingi.

            Manek Liurai liwat proses adaptasi akhirnya berkeluarga dan memiliki seorang Putera yang diberi nama: Anunu Te’u atau lebih dikenal Anunu Manek. Gelar nama Anunu Te’u disandangnya oleh karena kemampuannya untuk dapat berubah-ubah bentuk tubuh, baik menjadi seorang wanita cantik, pria gagah perkasa, binatang, tumbuhan dan sebagainya. Setelah dewasa Anunu Manek (Anunu Te’u) berkeluarga dan memiliki 4 (Empat) Putera, masing-masing yaitu: Timo Anunu, Snai Anunu, El Anunu, dan Koi Anunu.

            Keempat Putera tersebut tinggal menetap di Tes sebagai nama kampung saat itu, yang akhirnya menjadi Tamukung Tes dan hingga sekarang mekar menjadi 2 (Dua) Desa besar yaitu: desa Napan (Desa Induk) dan Desa Tes (Desa Pemekaran).

            Awalnya yang menjadi Pemimpin besar sejak sebelum terbentuk Pemerintahan Modern, adalah Anunu Manek (Anunu Te’u) yang dikenal sebagai Tobe, untuk selanjutnya diwariskan kepada Tua Tetu. Semenjak Kepemimpinan Tua Tetu telah terjadi Pembangunan Sekolah Dasar Katolik Tes pada Tahun 1930 secara Swadaya oleh masyarakat.

            Pada masa Kepemimpinan Pemerintahan yang dikenal Tumukung, Tumukung Tes Pertama adalah Eli Anunu, kemudian diganti oleh Eli Lake, dan pada akhirnya diganti oleh Lukas Anunu pada Tahun 1957. Pemukiman penduduk semenjak sebelum pemerintahan Lukas Anunu, masih sangat primitif yang berlokasi di Bibona, Komben, Babua, Oeme, Tabil, dan Oenae (Kampung Tes). Arti Leksikal dari Tes yakni: Tempat Tujuan atau tempat Impian. Arti lain dari Tes yaitu: tertanam kuat dan tidak dapat digeser atau dipindahkan. Menurut penuturan para Tua Adat bahwa saat itu para Pemimpin Tes juga menghadiri Upacara  Penerimaan Bendera Merah Putih (Bendera Pusaka) yang pertama kali diberikan oleh Presiden Soekarno di Atapupu Kabupaten Belu.

  1. Tahun 1946-1966

            Oleh Tumukung Lukas Anunu, seluruh masyarakat Tamukung Tes diwajibkan untuk pindah pemukiman dari perkampungan primitif keluar ke  perkampungan baru yang hingga kini dikenal dengan: Komben, Oelfaub, Pusmuti, Neon nae, Ek’oni dan Oenae. Pada tahun 1965, terjadi G30S PKI.

  1. Tahun 1966-1971

            Bapak Antonius Ili (Alm), menjadi Tumukung menggantikan Tumukung Lukas Anunu. Tumukung Antonius Ili bersama jajarannya merancang Penataan Kampung Tes dari Pemukiman penduduk, Pembuatan Jalan Kampung dan Jalan Raya yang dikenal Jalan Raya Napan, dan Tes sekarang. Sedangkan Pemukimannya yaitu Pemukiman Komben, Oelfaub, Pusmuti, Neon Nae, Ekoni, dan Oenae. Pada tahun 1966 juga dibangun Kantor Desa di Komben secara tradisi (Lopo Pertemuan) yang dikerjakan secara Swadaya/gotong royong.

  1. Tahun 1972-1975

            Terjadi Pemindahan Sekolah SDK Tes dari Kampung Lama Tes/Oenae ke Komben Desa Napan sekarang. Juga terjadi pergantian Nama Tumukung menjadi Desa gaya Baru. Terjadi Perubahan Nama Tumukung Tes ke Desa Napan sebagai Nama Batu Pemali Napan (Fatu Napan). Tongkat Kepemimpinan Desa Gaya Baru masih dipegang oleh Antonius Ili, selanjutnya diganti oleh Yoseph Kolo, dan tiga bulan kemudian diganti oleh Mikhael Kusi yang menjabat sejak 1975-1988.

  1. Tahun 1976-1987

            Dilaksanakan pembangunan Kapela Tes, dan Pemindahan Lokasi Kantor Desa Napan dari Komben ke Laktenas dan dibangun secara permanen secara swadaya/gotong royong oleh masyarakat Desa Napan. Pada saat itu pula terjadi pemisahan Lokasi ternak dan Lokasi Pertanian dengan pembuatan Pagar Desa (Baha Bena), sejauh 10 Km. Kegiatan lain yaitu Penanaman di kebun Kolektif berupa tanaman Ubi kayu, Jati, Kemiri, Nangka, mangga, yang mana hasilnya sudah dinikmati oleh seluruh warga masyarakat dan diwariskan secara turun temurun hingga sekarang.

  1. Tahun 1988-1998
  • Terjadi Pergantian Kepala Desa dari Mikhael Kusi kepada Mikhael Eko, yang menjabat sejak 1988-1996
  • Desa Napan mengalami musibah/wabah Kolera, sehingga banyak yang meninggal dunia
  • Sejak Kepemimpinan Mikhaek Eko masyarakat diperkenalkan dengan Tanaman Pakan ternak seperti Lamtoro, Gala-gala dan Rumput Raja (King grass).
  • Adanya Pembukaan dan Pengkaplingan Lahan Baru oleh seluruh masyarakat terhadap lahan tidur di Kiubatan, Neofmahala, dan Poto Naekin, seluas 250 Ha.
  • Dampaknya adalah masyarakat kelimpahan Pakan Ternak, Ubi Kayu, Jagung, Padi ladang dan Kacang Tanah.
  • Terjadi Pergantian Kepala Desa dari Mikhael Eko digantikan oleh Milikhior Siki yang menjabat selama 3 (Tiga) Tahun yaitu 1996-1999, selanjutnya diganti oleh Penjabat Kepala Desa (PJ) Martinus Taeki dari Tahun 1999-2002.

 

  1. Tahun 1999-2008
  • Terjadi Gejolak di Timor-Timur (Distric Oecusse), menyebabkan banyak orang Timor-Timur (Negara Demokratic Timor Leste sekarang), mengungsi ke Desa Napan sebanyak 6.400 orang yang diterima dan dilayani sebagai keluarga oleh masyarakat Desa Napan karena ada filosophi adat: “Aifa Ben Neke, Sus Pet Bijae” (Artinya: Kami siap memangku dan menyusui siapapun yang datang dan membutuhkan bantuan).
  • Lokasi Lahan tidur yang sudah dirintis pada kepemimpinan Mikhael Eko, diobrak-abrik ternak masyarakat Desa Napan dan masyarakat Pengungsi Timor Timur, yang pada akhirnya kembali menjadi lahan tandus hingga sekarang.
  • Terjadi Pergantian Kepala Desa dari PJ. Martinus Taeki kepada Siprianus Sani yang menjabat sejak 2002-2007.
  • Banyak LSM, seperti: Care, Plan Indonesia yang masuk dan bermitra dengan Pemerintahan Desa Napan untuk mensejahterakan masyarakat Desa Napan.
  • Adanya Gerakan Perlindungan Anak terhadap Hak-haknya
  • Adanya Pembangunan POS PAMTAS TNI dan Polisi/BRIMOB di Napan
  • Adanya Pembebasan Lahan bagi Pembangunan Fasilitas pelengkap di Perbatasan seperti Asrama TNI, POLRI, IMIGRASI, KARANTINA dan BEACUKAI di Perbatasan
  • Pembuatan Embung dan Irigasi Semi Permanen di Lokasi Persawahan Noel Ekat yang dibantu oleh LSM Plan Kefamenanu
  • Pembuatan Sumur-sumur dangkal oleh LSM Plan Kefamenanu sebanyak 21 Unit.
  • Pembuatan Gua Maria Lilpai
  • Pergantian Kepala Desa Siprianus Sani kepada Penjabat Kepala Desa Napan sejak 2007-2008 kepada Bpk. Marselus Siki yang saat itu sampai sekarang menjabat sebagai Sekretaris Desa Napan (2003-Sekarang)
  • Adanya Pembebasan Lahan bagi Pembangunan SMPN Napan di lokasi kebun kolektif Baki
  • Adanya pembebasan Lahan bagi Pembangunan PUSTU (Puskesmas, sekarang) di Bespeno seluar 1 Ha.
  • Terjadi Pembukaan jalan baru dari Komben-Nifu Kopu-Kantor Desa Napan
  • Terjadi Pergantian Kepala Desa dari Penjabat Kepala Desa Napan Bpk. Marselus Siki kepada Yohanis Anunu tahun 2008-2014
  1. Tahun 2008-2014
  • Adanya Pembebasan Lahan tanpa ganti rugi oleh masyarakat Desa Napan seluas 10 Ha di Kiubatan bagi Pembangunan Kantor Camat Bikomi Utara
  • Adanya Pembangunan Tambahan Ruangan di SDK Tes
  • Adanya Pembangunan PAUD Tunas Harapan Napan
  • Adanya Perubahan Status PUSTU menjadi Puskesmas Rawatinap Napan
  • Adanya Pembangunan Embung di Kiubatan 2 Unit
  •  Adanya Listrik PLN masuk Desa Napan
  • Terjadi Pelebaran Jalan Raya Napan
  • Pembuatan Jalan Rabat Beton di Jalan Lingkungan Komben
  • Desa Napan menjadi Juara I Lomba Desa TK. Kabupaten TTU dan Juara III Lomba Desa Tingkat Propinsi NTT
  • Kantor dan Aula Desa Napan direhab dan dikeramik
  • Terjadi Pembangunan Aula Stasi Tes-Napan
  • Pembukaan Jalan Baru dari BNPP (Badan Nasional Pengelola Perbatasan) dari Baki menuju Noel Ekat dan selanjutnya ke arah Inbate
  • Pengeboran Air di Komben (Rumah Bpk Hlarius Nule) dari P2AT Kupang
  • Penggalian Sumur-sumur gali dari LSM Plan Kefamenanu sebanyak 9 Unit
  • Pemilihan Kepala Desa Napan pada tanggal 30 Desember 2013 untuk selanjutnya pelantikan pada bulan April 2014 oleh Bupati Raimundus Sau Fernandes, S.Pt, dan Yohanis Anunu terpilih lagi untuk masa jabatan 2014-2020.
  • Pembukaan Jalan Baru Usaha Tani ke Sumber Air Oeme
  • Pembukaan Jalan Baru Usaha Tani ke Lokasi Pertanian Nabin
  1. Tahun 2014-2020
  • Pembukaan Jalan Baru Usaha Tani ke Sumber Air Oeme
  • Desa Napan Juara I Lomba Desa Tingkat Kabupaten TTU dan Juara IV Lomba Desa TK. Propinsi NTT Pada Tahu 2016
  • Lanjutan Pembukaan Jalan Baru Usaha Tani ke Lokasi Pertanian Nabin
  • Pembangunan Puskesmas Napan
  • Pembukaan Jalan Usaha Tani ke Nono Atoni
  • Peningkatan Jalan Usaha Tani ke Lokasi Pertanian Nabin
  • Pembentukan BUMDes Napan dengan Nama SINAR NAPAN
  • Pembangunan Posyandu rangkap PAUD Napan
  1. Tahun 2020-sekarang
  • Penggantian Kepala Desa Napan dari Bpk, Yohanis Anunu kepada Penjabat kepala Desa Napan Atas nama Bpk. Marselus Siki pada tangga 9 Maret 2020, menjabat dari tahun 2020-2023
  • Pengolahan Lahan Tandus seluas 250Ha di Proyek Lama dan Baru
  • Adanya Kerjasama dengan Pihak UNDP
  • Pelatihan kepada Anggota Kelompok Tani di Desa Napan oleh Pihak UNDP dan Mitra Tani Mandiri baik ke luar Daerah dan di dalam daerah sendiri.
  • Pengadaan Alat Pengolahan Bahan Makanan
  • Pembuatan Sumur Bor Nununaek oleh UNDP
  • Instalasi Air menggunakan Pipa Paralon ke Masing masing Rumah Penduduk di Dusun 2 dan 3 (Rt.4-06) menggunakan Dana BUMDES
  • Pembuatan Irigasi Tetes untuk 5 Kelompok Tani. Menjadi sejarah karena baru pernah terjadi bahwa Proses Penyiraman sayur dilakukan dengan sistem Modern.
  • Pembuatan Perdes Penertiban Ternak (Talinisasi)
  • Pembentukan Satgas Ternak Desa sebanyak 16 orang
  • Penanaman kembali Lahan tandus di Proyek Lama dan baru seluas 250 Ha dengan Lamtoro, Kacang Tanah, Ubi Kayu dan tanaman Perkebunan lainnya dengan menggunakan Dana Desa Ta. 2020 sebesar Rp. 400Jt
  • Pembebasan Lahan Masyarakat Desa Napan seluas 11,5 Ha dengan uang sebanyak 11,5 M
  • Pembangunan PLBN Napan sejak Desember 2020 sampai sekarang yang dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya (WIKA)
  • Program Pendampingan Stunting dari Team Wapres RI melalui LSM Dompet Duafa
  • Bantuan 5 Unit WC Sehat kepada 5 KK Stunting
  • Pembangunan Jalan Sabuk Merah atau Jalan Merah Putih sepanjang 25 Km dari napan sampai Tubu Nilulat
  • Pembukaan Jalan Baru dan pembuatan bagunan pelengkap seperti deker dan penahan ke Hutan Adat Napan dan Proyek lama
  • Pemberlakuan bantuan kepada masyarakat sebagai kontribusi pemerintah untuk meringankan beban masyarakat dari virus Covid 19 berupa BLT, BST Pos dan Giro, PKH, Non PKH dan Perluasan Sembako dari Dinas Sosial
  • Pemberian bantuan kepada kelompok Tataboga Desa Napan dari Dinas Nakertrans berupa peralatan Dapur dan bantuan Modal berupa Uang Tunai dari Pemerintahan Desa Napan
  • Pembuatan Warung Makan Desa dengan Nama Sinar Napan
  • Pembelian 3 Bidang Tanah masing masing seluas ±25 Are untuk dijadkan sebagai Tempat Pemakaman Umum Desa Napan yang berlokasi di Nefo Naek, Tilon Kaka dan Kulatlik
  • Pergantian Kepala Dasa Napan dari Penjabat Kepala Desa Napan atas nama Bapak Marselus Siki kepada Bapak Wendelinus Kefi untuk periode 2023-2029
  • Pembuatan Lopo Literasi di Kator Camat Bikomi Utara
  • Pembuatan Penahan dan Saluran di Jalan Baru Usaha Tani menuju Proyek Baru Hau Kolo

Pembuatan Sumur Bor di Dusun I Desa Napan

Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
CAPTCHA Image
APBDes 2026

Data belum diinput

APBDes 2025

Data belum diinput

Realisasi APBDes 2025

Data belum diinput